Hati dan Harga Diri
Seberapa pantas kita bertekuk lutut tunggang langgang mengejar seseorang atas nama cinta..
Sekali lagi bicara tentang hati, terlalu relatif untuk distandarkan. Begitu banyak penjelasan, tidak akan bisa disamakan.
Seorang teman yang gw sayang, sedang tunggang langgang mewujudkan cintanya pada seseorang.
“Apa gw berlebihan ?” tanyanya malam itu.
Gw bingung harus jawab apa, masalah hati terlalu luas untuk dijadikan sebaris kalimat nasihat. Terlalu abstrak untuk diperjelas.
Hari ini kita bisa saja tertawa melihat skandal bodoh dua manusia, besok ketika kita mengalami hal yang sama. Got you !! baru tahu rasanya.
Tapi bagaimana pun juga,setelah seluruh totalitas yang kita punya tercurahkan untuk mengejarnya. Tolong ingat bahwa hati tidak pernah bisa dipaksa.
Ketika hatinya tak juga terbuka. Hargailah dirimu, dengan melepaskannya dan memulai perjalanan yang baru. Bukan dengan terseok seok mengemis dibelakangnya
Good Luck om !!








setujuuuuuuuuuu…
terlebih lagi untuk wanita…
kalo untuk lelaki mah kayaknya harus merasakan sensasi menjatuhkan harga diri untuk menaikkan kualitas diri kali ya..
tapi kalo untuk wanita, errrrr….
atau daripada penasaran tujuh turunan, langsung tembak di tempat aja udah, kalo ditolak ya udah, cari sasaran tembak yang laen..
wahahaha sasaran tembak, jadi ngebayangin ituuuuu tempat latihan tembak tembakan. apa itu ya namanya
menjatuhkan harga diri untuk menaikkan kualitas diri itu contohnya ???
emang ngak bagus thu ngejar2… tapi kalo ada yang ngejar2 itu mah bagus
setuju bangetttt…!!!!
Hati adalah soal merasakan apa yang memang kita rasakan cayang
layak atau tidak layak…. tetaplah biarkan hati itu merasakan, karena hati yang mati adalah sangat lebih berbahaya dari pada hati yang merasa tersakiti atau tak berbalas.
eh… mmmm… bener gak ya
auw auw auw….
cari lagi aaahhhh… cowok kan jatah nya empat
hihihihihihi
aku bukan pengemis cintaaaaaa
penasaran sama kalimat terakhir : “Good Luck om !!”
jadi ada om-om labil gitu ceritanya?
@idana, mau enak dewe
@arif
@yohanes, ia sih dibanding mati emang lebih baik idp. *gak nyambung
@kira, nyahahhahaha PLAK !!!!
@warm, om mentang mentang lagi demam bang aji roma. komennya dangdutmania
@chis, om om labil plus alay. N A N L N A N Y horeeeeee
@ suhu yo:
“karena hati yang mati adalah sangat lebih berbahaya dari pada hati yang merasa tersakiti atau tak berbalas.”
Like this sangat.. Pinjem ya om
@ queeny:
Berjuang pun ada batasnya kata orang “Sometimes, it’s better if people just give up when there’s no point in fighting for something anymore” toh hati tak bisa dipaksa.
Kelewat tinggi tuk dimengerti tulisan ini.
Yang jelas cinta itu anugrah, maka berbahagialah, sebab kita senggara bila tak punya cinta [doelsumbang:artikehidupan]…
Jalani aja semuanya dan syukuri pa yang tlah diberkahi oleh Ilahi…
anti sakit hati cuma gara gara seseorg